P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

30 Aug 2014

You are here: Home

P4TKSB (P4TK Seni dan Budaya)

Daun Indigofera Sebagai Zat Warna Alam Untuk Tekstil

Surel Cetak PDF

 Oleh : Sri Herlina

warna alamTanaman Indigofera tikctoria merupakan tanaman penghasil warna biru dan merupakan salah satu tanaman penghasil warna alam yang khas. Dari hasil fermentasi yang berupa pasta indigo kemudian digunakan untuk mewarnai kain sutera, katun dan kain serat alam seperti: serat lidah mertua (Sansiviera), serat nenas (Agave sisalana), dan serat pisang (Musa paradisiacal). Dari hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian 400C, ketahanan luntur warna terhadap keringat asam dan basa, ketahanan luntur warna terhadap cahaya terang hari dan ketahanan luntur warna terhadap gosokan dengan membandingkan pada staining scale dan grace scale, penodaan pada kapas kering, kapas basah, sutera, asetat, poliamida, poliester, akrilik dan wol semua hasilnya memenuhi syarat SNI.

Selengkapnya...

Pemanfaatan Limbah Kertas Untuk Kerajinan

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 

Oleh: Dwi Sayekti

limbah kertasPada dasarnya permasalahan tentang sampah tidak bisa kita hindari dari kehidupan sehari-hari. Semakin hari jumlah sampah di permukaaan bumi ini terus bertambah dan bertambah banyak, khususnya di kota kota besar. Manusia di muka bumi ini setiap hari selalu menghasilkan limbah dan sampah tetapi tidak satu orangpun yang mau ketempatan limbah dan sampah. Untuk itu diperlukan pengelolaan limbah dan sampah secara tepat, arif dan bijaksana sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam Undang-Undang No 18 Tahun 2012 tentang pengelolaan sampah rumah tanggaga dan sampah sejenis sampah rumah tangga. Dengan mengacu pada ketentuan hukum tersebut, diharapkan pengelolaan sampah dapat lebih maksimal, namun demikian kenyataan di lapangan masih jauh dari harapan.

 

Selengkapnya...

Sejarah Lahirnya Seni Topeng

Surel Cetak PDF

 

 

Oleh : Abdul Ghofar

Pendahuluan

topengManusia pada jaman kehidupan primitif masih mempunyai sifat-sifat kehidupan yang sederhana, dan masih tebal kepercayaannya kepada roh-roh halus. Sifat kehidupan mereka terlukis pada karya-karya topeng yang mereka ciptakan. Kepercayaan mereka pada roh-roh pada waktu itu diungkapkan lewat bentuk-bentuk hidung, mulut, dan mata topeng dengan gaya yang masih sederhana. Hal ini disebabkan hidung, mulut, dan mata itu dianggapnya mempunyai sifat-sifat tertentu, misalnya sifat magis, menakutkan, sakti, dan sebagainya. Jadi sifat itu merupakan gambaran rohani mereka yang mendorong untuk melandasi ciptaannya.

Kemudian pada perkembangannya masyarakat dijaman selanjutnya, seni topeng berkembang menjadi permainan anak-anak. Semula untuk membuat topeng semacam itu anak-anak hanya mencoretkan langsung pada muka anak-anak yang lain. Perkembangan selanjutnya coret-coret dipindahkan pada bentuk lain. Misalnya pada tempurung kelapa, kayu dan sebagainya, kemudian topeng permainan anak-anak itu mendapat pengaruh dari raja-raja (keraton) dan selanjutnya dikembangkan dibawah kekuasaan mereka. 

Selengkapnya...

Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Di Bengkel Kerja Mesin Studio Kriya Kayu Di P4TKSB

Surel Cetak PDF
Untitled document

debu_kayuOleh: M.Lazim

Lingkungan kerja sering dipenuhi debu, uap, gas atau asap yang bisa mengganggu kesehatan, keselamatan dan produktivitas kerja. Debu kayu merupakan salah satu faktor lingkungan kerja yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Bengkel kerja mesin, Studio Kriya Kayu di PPPPTK Seni Budaya Yogyakarta dalam kegiatannya banyak menghasilkan debu kayu, dan belum pernah dilakukan pengukuran kadar debu kayu. Penelitian ini fokus pada pengujian kadar debu kayu dan mengadakan pengamatan sikap pengguna bengkel terhadap penggunaan alat keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Selengkapnya...

Pendidikan Seni Budaya Kurikulum 2013: Suatu alternatif transformasi nilai-nilai luhur budaya bangsa

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 11
JelekBagus 

Oleh: Diah Uswatun Nurhayati

pend seni_budayaMencermati tentang mata pelajaran yang ada dalam Kurikulum 2013, terdapat sejumlah mata pelajaran yang salah satunya adalah mata pelajaran Pendidikan Seni Budaya dan Prakarya. Uraian bahasannya, mata pelajaran Seni Budaya dan Prakarya ini terdiri dari bahan ajaran pendidikan seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater dan prakarya. Seni Budaya dan Prakarya adalah salah satu bagian dari struktur dan muatan kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Mapel Seni Budaya pada dasarnya merupakan pendidikan seni yang berbasis budaya (karena seni adalah salah satu dari berbagai unsur budaya).

Sebagai materi pembelajaran, mata pelajaran Seni dan Budaya perlu di pahami guru, seperti bagaimana arah yang tepat untuk mendidik dan membentuk karakter anak. Arah atau pendekatan seni baik itu seni rupa, seni musik, seni tari ataupun seni teater, secara umum dapat dipilah menjadi dua pendekatan, yaitu: (1) seni dalam pendidikan dan (2) pendidikan melalui seni. Pertama, seni dalam pendidikan. Secara hakiki materi seni penting diberikan kepada anak. Maksudnya adalah, keahlian melukis, menggambar, menyanyi, menari, memainkan musik dan keterampilan lainnya perlu ditanamkan kepada anak dalam rangka pengembangan kesenian dan pelestarian kesenian. Seni dalam pendidikan ini sejalan dengan konsep pendidikan yaitu sebagai proses pembudayaan yang dilakukan dengan upaya mewariskan atau menanamkan nilai-nilai dari generasi tua kepada generasi berikutnya. Oleh sebab itu, seni dalam pendidikan merupakan upaya kita sebagai pendidik seni dan juga lembaga yang menaungi kita untuk mewariskan, melestarikan, dan mengembangkan berbagai jenis kesenian yang ada baik lokal maupun mancanegara.

Selengkapnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL