P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

01 Oct 2014

You are here: Home

P4TKSB (P4TK Seni dan Budaya)

Daun Indigofera Sebagai Zat Warna Alam Untuk Tekstil

Surel Cetak PDF

 Oleh : Sri Herlina

warna alamTanaman Indigofera tikctoria merupakan tanaman penghasil warna biru dan merupakan salah satu tanaman penghasil warna alam yang khas. Dari hasil fermentasi yang berupa pasta indigo kemudian digunakan untuk mewarnai kain sutera, katun dan kain serat alam seperti: serat lidah mertua (Sansiviera), serat nenas (Agave sisalana), dan serat pisang (Musa paradisiacal). Dari hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian 400C, ketahanan luntur warna terhadap keringat asam dan basa, ketahanan luntur warna terhadap cahaya terang hari dan ketahanan luntur warna terhadap gosokan dengan membandingkan pada staining scale dan grace scale, penodaan pada kapas kering, kapas basah, sutera, asetat, poliamida, poliester, akrilik dan wol semua hasilnya memenuhi syarat SNI.

Selengkapnya...

Implementasi Pendidikan Karakter Bangsa Dalam Pembelajaran

Surel Cetak PDF

pendidikan karakterOleh: Is Yuli Gunawan

Budaya timur yang identik dengan karakter bangsa Indonesia yang santun, bersatu dalam keberagaman, dan rasa solideritas yang tinggi seolah hanya tinggal kenangan belaka. Yang tersisa sekarang hanyalah kebersatuan, dan solideritas dalam satu kelompok saja tapi begitu beda kelompok sifat-sifat tersebut menghilang. Hal ini terjadi bukan hanya dikalangan muda dan masyarakat bawah saja melainkan juga dikalangan tua dan kalangan elit yang mestinya jadi suri tauladan. Dikalangan pelajar, tawuran menjadi suatu kebanggaan tanpa memperdulikan lingkungan dan keselamatan jiwa orang lain, nyawa seolah sudah tidak ada artinya lagi. Hura-hura dikalangan remaja dan pelajar sudah menjadi trend. Setelah pengumuman lulusan mereka dengan bangganya melakukan pawai di jalan raya seolah-olah jalan raya adalah milik mereka sendiri dan dengan pakaian seragam yang dicat dengan berbagai warna mereka tidak perduli bahwa sebenarnya pakaian bekas mereka masih ada yang membutuhkan.

Selengkapnya...

Sejarah Lahirnya Seni Topeng

Surel Cetak PDF

 

 

Oleh : Abdul Ghofar

Pendahuluan

topengManusia pada jaman kehidupan primitif masih mempunyai sifat-sifat kehidupan yang sederhana, dan masih tebal kepercayaannya kepada roh-roh halus. Sifat kehidupan mereka terlukis pada karya-karya topeng yang mereka ciptakan. Kepercayaan mereka pada roh-roh pada waktu itu diungkapkan lewat bentuk-bentuk hidung, mulut, dan mata topeng dengan gaya yang masih sederhana. Hal ini disebabkan hidung, mulut, dan mata itu dianggapnya mempunyai sifat-sifat tertentu, misalnya sifat magis, menakutkan, sakti, dan sebagainya. Jadi sifat itu merupakan gambaran rohani mereka yang mendorong untuk melandasi ciptaannya.

Kemudian pada perkembangannya masyarakat dijaman selanjutnya, seni topeng berkembang menjadi permainan anak-anak. Semula untuk membuat topeng semacam itu anak-anak hanya mencoretkan langsung pada muka anak-anak yang lain. Perkembangan selanjutnya coret-coret dipindahkan pada bentuk lain. Misalnya pada tempurung kelapa, kayu dan sebagainya, kemudian topeng permainan anak-anak itu mendapat pengaruh dari raja-raja (keraton) dan selanjutnya dikembangkan dibawah kekuasaan mereka. 

Selengkapnya...

Belajar Menulis Cerita

Surel Cetak PDF
Untitled document

menulisOleh: Eko Santosa

Banyak cara atau proses kreatif yang dilkukan oleh para penulis. Masing-masing memiliki pendekatan yang berbeda. Ada penulis cerita yang membuat format dulu sebelum menulis dan ada yang langsung menulis di hadapan mesin ketik atau komputer secara langsung dengan menuangkan dan merangkai gagasan yang pada saat itu juga melintas. Namun, bagi penulis pemula ide atau gagasan adalah persoalan mendasar yang harus dipecahkan. Apa yang akan ditulis jika sekiranya tidak ada ide yang melintas di kepala? Itulah pertanyaan yang biasanya muncul.

Selengkapnya...

Permasalahan Guru di Indonesia dan Penyelesaiannya

Surel Cetak PDF

Oleh: . FX. Supriyono

guruFilosofi sosial budaya dalam pendidikan di Indonesia, telah menempatkan fungsi dan peran guru sedemikian rupa sehingga para guru di Indonesia tidak jarang telah di posisikan mempunyai peran ganda bahkan multi fungsi. Mereka di tuntut tidak hanya sebagai pendidik yang harus mampu mentransformasikan nilai-nilai ilmu pengetahuan, tetapi sekaligus sebagai penjaga moral bagi anak didik. Bahkan tidak jarang, para guru dianggap sebagai orang kedua, setelah orang tua anak didik dalam proses pendidikan secara global. Saat ini setidak-tidaknya ada empat hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi guru di Indonesia, yaitu : pertama, masalah kualitas/mutu guru, kedua, jumlah guru yang dirasakan masih kurang, ketiga, masalah distribusi guru dan masalah kesejahteraan guru.

Selengkapnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL