P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

28 Mar 2015

Berita:
You are here: Home
Pengembangan Desain Produk Sepatu dari Kulit Sisa (aval) untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Produktif SMK Kriya Kulit di PPPPTK Seni dan Budaya Sleman Yogyakarta

Pengembangan Desain Produk Sepatu dari Kulit Sisa (aval) untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Produktif SMK Kriya Kulit di PPPPTK Seni dan Budaya Sleman Yogyakarta

Oleh: Marsudi

Penelitian ini bertujuan untuk mengaplikasikan proses desain dalam pembuatan produk sepa...

Interior Cafe Gaya Rustic

Interior Cafe Gaya Rustic

Oleh: Tri Suerni

Ruang publik merupakan ruang yang ditujukan untuk publik/masyarakat, berfungsi sebag...

Pembelajaran Musik yang Menyenangkan

Pembelajaran Musik yang Menyenangkan

Oleh: Heri Yonathan Susanto

petiteelle.asia Pembelajaran musik di sekolah di sekolah dapat dijadikan m...

Keterampilan yang Harus Dikuasai Guru dalam Proses Pembelajaran

Keterampilan yang Harus Dikuasai Guru dalam Proses Pembelajaran

Oleh: Winarto

mgmpproduktifoi.wordpress.com Tujuan penjelasan  ini untuk mendiskripsikan dari berbag...

Pengembangan Diri

Pengembangan Diri

Oleh: Irene Nusanti 

xtcciwastra.blogspot.com Pengembangan diri merupakan suatu hal yang harus di...

Diklat Life Skills Batik bagi Guru SMKN 2 Gedangsari Gunungkidul dan SMPN 4 Pandak Bantul

Diklat Life Skills Batik bagi Guru SMKN 2 Gedangsari Gunungkidul dan SMPN 4 Pandak Bantul

Senin, 9 Maret 2015, bertempat di Ruang Rapat Kantor Pusat, Kepala Bidang Fasilitasi dan Kompetensi ...

Mendongeng di Sekolah

Mendongeng di Sekolah

 Oleh: Eko Santosa

www.tempo.co Keith Johnstone (1999) menjelaskan bahwa mendongeng atau bercerit...

Peranan Prakerin dalam Upaya Peningkatan Mutu Tamatan SMK

Peranan Prakerin dalam Upaya Peningkatan Mutu Tamatan SMK

Oleh: Sumiyarsih

Untuk mengembangkan potensi ilmu pengetahuan pada masing-masing
siswa maka sekolah (S...
Studi Pembelajaran Tematik Kelas I SD

Studi Pembelajaran Tematik Kelas I SD

Oleh: Sumiyarsih

Berdasarkan pengalaman sejarah, kurikulum di Indonesia telah mengalami pergantian be...

Manajemen Produksi Pertunjukan Studi Kasus: Pementasan

Manajemen Produksi Pertunjukan Studi Kasus: Pementasan

Oleh: Eko Santosa

Salah satu faktor pendukung yang sangat penting dalam proses penciptaan teater adal...

Kesalahan yang Sering Dilakukan Guru dalam Pembelajaran

Kesalahan yang Sering Dilakukan Guru dalam Pembelajaran

Oleh: Winarto

Tujuan penjelasan ini untuk mendiskripsikan dari berbagai hasil kajian menunjukan bahwa...

Seminar Nasional untuk Meningkatkan Kompetensi Penelitian Berkelanjutan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Seni dan Budaya

Seminar Nasional untuk Meningkatkan Kompetensi Penelitian Berkelanjutan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang Seni dan Budaya

PPPPTK Seni dan Budaya menyelenggarakan Seminar Nasional dengan mengusung tema “Meningkatkan Kompeten...

Glasir

Glasir

Oleh: Wahyu Gatot Budiyanto

Glasir adalah lapisan kaca tipis yang telah melebur pada permukaan benda ...

Presean Sebagai Permainan Pemanggilan Hujan pada Suku Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat

Presean Sebagai Permainan Pemanggilan Hujan pada Suku Sasak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat

Oleh: Heru Subagiyo

Presean berasal dari kata perisai atau gerakan permainan yang menggunakan perisai ...

Pembentukan Desain Gerak Tari Kelompok

Pembentukan Desain Gerak Tari Kelompok

Oleh: G.S. Darto

Ilustrasi: Gs. Darto.doc FSI. Solo.2013 Gerak merupakan substansi (bahan baku) dalam ...

Fungsi Seni Karawitan dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Fungsi Seni Karawitan dalam Kehidupan Masyarakat Jawa

Oleh: Kartiman

ilustrasi: javacreativity.com Seni Karawitan (gamelan Jawa) adalah suatu pernyataan musik...

Tari Serimpi

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 21
JelekBagus 

Tari Serimpi adalah jenis tarian tradisional Daerah Jawa Tengah. Tarian ini diperagakan oleh empat orang penari yang semuanya adalah wanita. Jumlah ini sesuai dengan arti kata serimpi yang berarti 4. Menurut Kanjeng Brongtodiningrat, komposisi empat penari sebagai simbol dari empat penjuru mata angin yakni Toya (air), Grama (api), Angin(udara) dan Bumi (tanah). Sedangkan nama peranannya adalah Batak, Gulu, Dhada dan Buncit yang melambangkan tiang Pendopo.



Nama serimpi sendiri oleh Dr. Priyono dikaitkan dengan akar kata “impi” atau mimpi. Gerakan lemah gemulai tarian serimpi yang berdurasi ¾ hingga 1 jam itu dianggap mampu membawa para penonton ke alam lain (alam mimpi). Konon, munculnya tari Serimpi berawal dari masa kejayaan Kerajaan Mataram, saat Sultan Agung memerintah antara 1613-1646. Dan tarian ini dianggap sakral karena hanya dipentaskan dalam lingkungan keraton sebagai ritual kenegaraan hingga peringatan Naik Takhta Sultan.

Namun pada tahun 1775, ketika Kerajaan Mataram pecah menjadi Kesultanan Yogyakarta dan Kesultanan Surakarta, tari serimpipun kemudian terbagi menjadi dua aliran yakni gaya Kesultanan Yogyakarta dan Gaya Kesultanan Surakarta. Tari Serimpi di Kesultanan Yogyakarta digolongkan menjadi Serimpi Babul Layar, Serimpi Dhempel, Serimpi Genjung. Sedangkan di Kesultanan Surakarta digolongkan menjadi Serimpi Anglir Mendung dan Serimpi Bondan.

Sebagai tari klasik di kalangan istana Yogyakarta, Tari Serimpi telah menjadi seni yang adhiluhung serta dianggap sebagai pusaka Kraton. Tema yang ditampilkan pada Tari Serimpi menggambarkan pertikaian antara dua hal yang bertentangan yakni antara baik dan buruk, benar dan salah, akal manusia dan nafsu manusia. Ekspresi peperangan dalam tarian ini terlihat jelas dalam gerakan yang sama dari dua pasang prajurit ditunjang properti berupa senjata antara lain keris kecil atau cundrik, jebeng, tombak, jemparing dan pistol.

Kostum yang digunakan adalah kostum pengantin puteri Kraton Yogyakarta yakni dengan dodotan dan gelung bokor sebagai motif hiasan kepala. Namun seiring perkembangan jaman telah beralih menggunakan “kain seredan” dan baju tanpa lengan dengan hiasan kepala berjumbai bulu burung kasuari serta gelung dengan ornamen bunga ceplok dan jebehan.(Sumarti)


Sumber : media online



Mengenal Standar Format Materi E-Learning

Mengenal Standar Format Materi E-Learning

Oleh: Ceravina Susanti K

Perkembangan e-learning bera...

Selengkapnya...
Membaca Suara dan Mendengar Tulisan

Membaca Suara dan Mendengar Tulisan

Oleh: Kari Hartaya

Musik adalah salah satu karya se...

Selengkapnya...
Interior Cafe Gaya Rustic

Interior Cafe Gaya Rustic

Oleh: Tri Suerni

Ruang publik merupakan ruang yang ...

Selengkapnya...
Diklat Life Skills Batik bagi Guru SMKN 2 Gedangsari Gunungkidul dan SMPN 4 Pandak Bantul

Diklat Life Skills Batik bagi Guru SMKN 2 Gedangsari Gunungkidul dan SMPN 4 Pandak Bantul

Senin, 9 Maret 2015, bertempat di Ruang Rapat Kant...

Selengkapnya...
73 Persen Dana Bantuan Siswa Miskin Siap Disalurkan

73 Persen Dana Bantuan Siswa Miskin Siap Disalurkan

ilustrasi foto: berita21.com Jakarta--Sebanyak 73 p...
Selengkapnya...
Input Data Tunjangan Profesi Pendidik Ditunggu Hingga 31 Mei 2014

Input Data Tunjangan Profesi Pendidik Ditunggu Hingga 31 Mei 2014



Bandung,Kemdikbud—Para guru yang sampai saat ini b...

Selengkapnya...
Tari Sintren

Tari Sintren

Untitled document

Sintren adalan kesenian tari trad...

Selengkapnya...
Mendikbud : Perkuat Bahasa Indonesia di Percaturan Internasional

Mendikbud : Perkuat Bahasa Indonesia di Percaturan Internasional

Jakarta--Posisi Indonesia di kancah global semakin...
Selengkapnya...
Serunai

Serunai

Serunai, atau juga disebut puput serunai, adalah n...

Selengkapnya...

Chat dengan P4TKSB

Klik tombol Login with Facebook untuk chat dengan P4TKSB.
Login With Facebook

YM

Untitled document
Rahma:
Didik: