KONGRES NASIONAL GURU SENI DAN BUDAYA, Hasilkan 19 Rekomendasi

Kepala PPPPTK Seni dan Budaya Drs. M. Muhadjir, M.A membuka Kongres Nasional Guru Seni dan Budaya Nasional dengan memukul gong

P4TKSB
Typography

KONGRES Nasional Guru Seni dan Budaya Indonesia yang diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Seni dan Budaya dari Senin (10/12) hingga Rabu (12/12) di komplek PPPPTK Seni dan Budaya Jalan kaliurang Km 12,5 Sleman, menghasilkan 19 rekomendasi.

Di antara rekomendasi itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) perlu meninjau dan menyusun ulang Kurikulum 2013 (K-13) khususnya mata pelajaran Seni Budaya di sekolah mulai dari SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA hingga SMK/MAK terkait dengan sebaran dari capaian kompetensi dasar yang ada di dalamnya, sehingga terjadi kesinambungan dalam pencapaian kompetensi sesuai konsep pendidikan berjenjang dengan memperhatikan kesempatan atau kesetaraan kompetensi dasar masing-masing aspek.
Kongres dibuka secara resmi oleh Kepala PPPPTK Seni dan Budaya Drs M Muhadjir MA dengan memukul gong bersama Direktur Kesenian Kemendikbud Drs. Restu Gunawan, M.Hum, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Disdikpora DIY Dra Mulyati Yunipratiwi MSi dan Prof Dr Buchori MS mewakili Pengurus Besar PGRI.
Kongres diikui 200 orang terdiri dari perwakilan komunitas guru seni dan budaya jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dari seluruh provinsi di Indonesia. Kongres yang diselenggarakan PPPPTK Seni dan Budaya ini menghadirkan para pakar pendidikan, yakni Prof Dr Bambang Wibawarto, Prof Dr Ki Supriyoko SDU MPd, Dr R Chaerul Slamet, MSn, Prof Dr Suminto A. Sayuti, DR. Hajar Pamadhi MA dan Dr Toto Sugiarto Arifin MHum dengan moderator Dr Darmaningtyas dan Dr Ir Ahmad Rizali.
Setelah mendengarkan paparan dari sejumlah pakar dan pengamat pendidikan, peserta kongres dibagi menjadi tiga kelompok. Masing-masing kelompok mendiskusikan topik berbeda hingga menghasilkan sejumlah rekomendasi.
Rekomendasi lainnya, Kemendikbud perlu menetapkan ekstrakurikuler Seni dan Budaya di sekolah mulai SD/MI, SMP/MTS, SMA/MA dan SMK/MK merupakan keniscayaan dan wajib untuk diselenggarakan, karena memberikan pendalaman keterampilan hidup secara khusus (life skill) berbasis minat dan bakat di bidang seni dan budaya sebagai bagian pokok penajaman identitas/karakter bangsa.
Peserta kongres juga sepakat membentuk forum komunikasi Guru Seni Budaya Indonesia sebagai wadah sharing informasi, tulisan akademik, education news, karya, kurikulum dan perangkat pembelajaran dan hal-hal lain terkait dengan perkembangan pendidikan seni dan budaya di Indonesia dalam bentuk kerja jaringan dengan mekanisme kerja koordinasi melalui koordinator wilayah per propinsi.
Rekomdasi dari kelompok lainnya, mengadakan camp seni dan budaya dalam rangka meningkatkan kompetensi. Sedang terkait karir guru seni dan budaya menghasilkan rekomendasi tentang latar belakang pendidikan (linearitas) dan pengakuan seni dan budaya sebagai mata pelajaran setara dengan mata pelajaran agama dan penjaskes pada struktur kurikulum jenjang SD.
Peserta kongres juga merekomendasikan peninjauan ulang terhadap peraturan linearitas dalam Permendikbud Nomor 46/2016 bagi guru SBDP jenjang SD dan guru seni budaya jenjang SMP/SMA/SMK berlatar belakang seni maupun non seni kaitannya dengan Dapodik.
Mengenai peningkatan kompetensi, harus ada koordinasi antara PPPPTK Seni dan Budaya, Pusat (Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan) dan pemerintah daerah yang mengeluarkan soal-soal dan materi-materi yang akan diberikan mengenai segala bentuk pelatihan guru SB semua jenjang.
Menyangkut sertifikasi, soal Pre Test Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) harus disesuaikan dengan aspek seni yang diajarkan/latar belakang pendidikan seni. Untuk mekanisme dan sistem penilaian angka kredit harus disederhanakan dan pengakuan karya seni dilengkapi dengan deskripsi yang tidak serumit Karya Tulis Ilmiah (KTI).
Rekomendasi selanjutnya, Kemendikbud secara melalui PPPPTK Seni dan Budaya secara periodic mengadakan Kongres Guru Seni Budaya atau kegiatan setara dengan mengundang perwakilan guru Seni dan Budaya seluruh Indonesia dalam rangka koordinasi, berbagi pengalaman praktig baik gagasan dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran Seni Budaya.
Sementara itu Kepala PPPPTK Seni dan Budaya Drs. M. Muhadjir, M.A menyatakan, kongres tersebut memberi ruang diskusi untuk membahas berbagai permasalahan pendidikan seni budaya di tanah air untuk bersama-sama berupaya mencari solusinya.
“Guru Seni dan Budaya merupakan garda terdepan dalam membentuk karakter kebangsaan pada diri anak-didik. Dan kongres ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk mempertahankan identitas bangsa melalui peran guru seni budaya,” ungkapnya kepada wartawan di sela-sela arena kongres.
Menurutnya, upaya merevitalisasi pengetahuan guru seni budaya di Indonesia, sulit dilakukan tanpa melakukan pertemuan seperti dalam ajang kongres tersebut. “Meningkatnya peran guru seni budaya dalam membentuk karakter kebangsaan akan berefek positif pada anak didik. Di antaranya mereka bakal menjahui kekerasan, intoleransi dan sifak-sifat negatif lainnya,” tandasnya. (Janu)

BLOG COMMENTS POWERED BY DISQUS