P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

Berita:
You are here: FSI2014 Pertunjukan

Pertunjukan

Kolaborasi Teater Gerak Lintas Negara: Kritik Polusi Kota

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 5
JelekBagus 

kolaborasi teaterKritik terhadap polusi kota diungkapkan dalam pertunjukkan kolaborasi teater gerak bertajuk “Our City” yang dimaikan oleh seniman lintas negara yaitu Indonesia, Singapura, Malaysia dan Polandia. Para seniman tersebut memperagakan gerak pembangunan gedung-gedung bertingkat. Sehingga tidak ada lagi lahan kosong untuk beriteraksi bagi mahklup hidup.

Selengkapnya...

Duo Gitar

Surel Cetak PDF

duo gitar“Duo Gitar”, Zoltan Paldi dan Rendra Pangestu unjuk kebolehan gaya penjarian gitar untuk membawakan perpaduan music jazz, blues, folk di Festival Seni Internasional (FSI) 2014. Gitaris asal Hongaria dan Indonesia itu berkolaborasi memaikan lagu-lagu klasik dari Amerika, Afrika, Hongaria dan Indonesia sendiri.

Selengkapnya...

Malin Kundang 'Dikutuk' di P4TK Seni dan Budaya

Surel Cetak PDF

malin kundangDentuman bunyi “Sarawa Galembong” (celana besar) membuka penampilan awal pelajar SMKN 7 Padang, Sumatera Barat. Penonton terkesima. Seakan baru menyadari kalau celana yang digunakan para pemain bisa menciptakan bunyi dan tidak robek. Setiap gelek (gerak) dari pemain, setiap kali kaki melangkah dan komposisi diatur, celana itu dipukul. Kaki sedikit dikangkangi dan telapak tangan memukul  celana. Tepuk tangan pun bersautan memberikan apresiasi.

Inilah awal pementasan “Malin Kundang” pada Festival Seni Internasional (FSI) di P4TK Seni dan Budaya, Sleman, Yogyakarta. Teater berbasis tradisi garapan guru Yurmatias ini mengangkat cerita tentang kemarahan ibu Malin Kundang.

Malin yang sudah menjadi saudagar kaya raya melabuhkan kapalnya di pantai. Di tempat asal kelahirannya. Seketika dilihat orang banyak, langsung disadari kalau kapal yang berlabuh adalah milik putra asli daerah itu. Akan tetapi, Malin tetap kukuh bahwa ia bukanlah Malin Kundang yang dicerita masyarakat. Si Malin yang di masa lalunya hidup susah. Kini pulang dengan kemewahan.

Akibat kesombongannya tersebut, Malin Basilek (bersilat) – mengadu ilmu beladiri dengan ibunya. Lantara sudah tua, ibu Malin pun kalah tersukur. Kaki Malin tepat menendang pundak ibunya.

“Oh Tuhan...!, jika benar ia Malin anakku kutuklah ia menjadi batu,” doa si ibu

Inilah cuplikan teater yang mengangkat cerita legenda si Malin Kundang. “Bukan fisik engkau yang menjadi batu, tapi hati engkau yang membatu,” ungkap seorang pemain.

Para siswa yang tampil dominan dengan properti berwarna hitam, kuning dan merah ini, tampak dengan cekatan mengatur gerak. Tidak saja memukul “sarawa galembong”, tetapi gerakkan silat juga diperaga. Musik tradisi minang; talempong, gandang dan pupuik padi mengiringi pementas tersebut.

Sampai pada akhir permainan, cara memukul celana “galembong” nampaknya tinggal dibenak penonton. Hal ini tampak pada sikap penonton usai pementasan. Beberapa diantaranya terlihat mencoba memperagakan beberapa gerak dalam pementasan yang dihelat Rabu malam itu (*)   

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

thumb kolaborasi_guru_musikBiasannya kami dihadapan anak-anak. Ada yang dari SD, SMP, SMA, SMK. Kali ini kami tersanjung karena mendapat apresiasi dari penonton yang heterogen. Terimakasih,” ucap Desy, disambut riuh tepuk tangan dari penonton. 

Desy adalah guru. Ia dan sembilan orang guru lainnya yaitu Yulita Widiyati, Mulyadeta Hendrawati, Sri Peni L, Bambang Joni, Cm. Purwati, Yoyok Triyanto, Naning Widayati, Emanuel Panuju, dan Kukuh Pribadi, tampil dalam kolaborasi musik pada Festival Seni Internasional (FSI), Rabu malam (5/11) di arena P4TK Seni dan Budaya, Sleman, Yogyakarta. 

Guru seni ini, tampil kolaborasi membawakan lagu-lagu klasik dan tradisi. “Ayo Badansa” dari Ambon salah satunya. Guru-guru yang perempuan tampil dengan vokalnya masing-masing yang saling padu. Sedangkan yang laki-laki menggesek gitar akustik. 

Selain itu, pada sesi awal penampilan, para guru ini dengan cekatan memainkan alat musik angklung dari Jawa barat. “Ini lah nanti yang akan kami ajarkan pada anak murid kami,” katanya. 

Sebagai penampilan penutup  para guru ini menyanyikan lagu: “Mari Sayo” dari Filipina. Lagu yang mengisahkan tentang kisah percintaan ini mendapat respon dari penonton. Sambil bernyanyi, penonton mengiringi dengan tepukan tangan serempak. Suasana malam ini tampak harmonis. Semua penonton merasa terhibur 

“Terimakasih kami akan kembali ke kelas,” ucap seorang orang mengakhiri pementasan mereka, sembari disabut tawa dan riuh tepuk tangan dari penonton. (*)

 

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 1
JelekBagus 

teater malaysiaBerkisah tentang sekumpulan narapidana narkoba yang mementaskan pertunjukkan dalam rangka tahun emas Pusat Narkotika Negara. Pertunjukkan yang dimainkan para napi tersebut mengusik ketenangan para pejabat yang hadir. Telinga mereka “merah”, ketika dialog tentang prilaku korupsipada instansi tersebut diungkit-ungkit. Tak hanya itu persolan ketimpangan pelayanan sosial juga terjadi. Semisal pengurusan surat-surat ke kantor pemerintah harus berbelit-belit. Persoalan politik pun tak terelekkan mengitari persolan lembaga ini.

Selengkapnya...

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Chat dengan P4TKSB

Klik tombol Login with Facebook untuk chat dengan P4TKSB.
Login With Facebook