P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

Berita:
You are here: Berita P4TKSB

P4TK SB

Guru Pembelajar Abad 21 Harus Melek Teknologi

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 3
JelekBagus 

Guru Pembelajar Abad 21 Harus Melek Teknologi

 

UNTUK meningkatkan kompetensi guru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  melakukan sebuah gerakan dengan menciptakan sistem yang pada akhirnya semua guru bisa mengakses internet guna memperbaiki diri. Tanpa ada pemahaman terhadap internet, maka guru pembelajar Abad 21 tidak akan terwujud. Guru Pembelajar Abad 21 adalah guru yang melek teknologi.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud Sumarna Surapranata., PhD. saat menjadi pembicara utama dalam seminar nasional bertajuk Guru Pembelajar Abad 21 yang diselenggarakan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya (PPPPTK SB) Yogyakarta di di auditorium PPPPTK SB, Kamis (12/5).

Seminar yang diikuti para widyaiswara, Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), guru, kepala sekolah dan pengawas dari berbagai daerah itu juga menghadirkan pembicara Kepala Sub Direktorat Pembinaan SMK Dr. Bahrun Dahlan yang menyajikan materi Pendidikan Menengah Kejuruan Abad 21 dan guru besar Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta Prof. Herman Dwi Surjono., PhD. memaparkan materi Pengintegrasian Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran.

15sumarna

Lebih lanjut Sumarna Surapranata menyatakan, sebagai salah satu program unggulan yang sedang dijalankan oleh Kemendikbud yaitu Guru Pembelajar yang bertujuan meningkatkan kompetensi guru, namun demikian ada perubahan paradigma dalam memahami prgoram ini yakni guru dipandang dan didorong untuk berperan lebih aktif dalam upaya peningkatan kompetensinya.

 Ada 3 program yang menjadi keunggulan Kemendikbud untuk meningkatkan kompetensi guru, di antaranya mengubah paradigma dari Diklat menjadi Guru Pembelajar. Kalau masih dengan sistem Diklat, guru bisa mengatakan saya belum didiklat. Tapi kalau guru pembelajar, tidak ada guru yang akan mengatakan saya belum belajar. Ini mengubah paradigma dari kebiasaan menerima menjadi aktif, ujarnya.

Metode yang digunakan untuk Guru Pembelajar ini ada tiga. Pertama, menggunakan metode online atau daring (dalam jaringan, red). Kedua, metode tatap muka karena memang ada daerah-daerah tertentu yang tidak memungkinkan menggunakan metode daring karena akses teknologi belum memadai. Ketiga, metode kombinasi yakni memadukan metode daring dan tatap muka.

Untuk bisa melaksanakan program itu, saat ini kita tumbuhkan kelompok kerja. Yang jelas, motivasi belajar bukan dari pemerintah maupun pemerintah daerah, tapi dari guru itu sendiri. Pemerintah hanya sebagai regulator dan guru sebagai ujung tombaknya, tandas Sumarna.

Sumarna pun menyoroti peningkatan kesejahteraan guru dalam 10 tahun terakhir yang tidak disertai peningkatan kompetensi. Ini terutama disebabkan faktor raw input-nya yang kurang baik. Mengingat guru saat ini sebenarnya merupakan produk lama. Dimana mereka memilih menjadi guru saat profesi guru belum favorit dan bahkan menjadi pilihan terakhir.

Dulu profesi guru masih dipandang sebelah mata dan menjadi pilihan terakhir. Sehingga sebagian dari mereka tidak punya ruh, tidak punya jiwa dan kurang punya semangat dalam menjalaninya. Berbeda dengan sekarang, dimana luluan SMA banyak yang imgin menjadi guru karena menjanjikan dari sisi kesejahteraan. Profesi guru sekarang menjadi favorit, ujarnya.

Namun, lanjutnya, dari perubahan raw input itu, baru bisa dinikmati dua atau tiga tahun mendatang dengan munculnya guru yang disebut generasi baru. Sekarang sebenarnya sudah ada, misalnya munculnya guru garis depan dengn SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal, red), pungkasnya.

 

Sementara itu Kepala PPPPTK Seni dan Budaya, Salamun., SE, MBA, PhD, menyatakan bahwa penyelenggaraan seminar dimaksudkan untuk mencari solusi proses belajar mengajar yang terbaik di bidang masing-masing. Seminar ini diikuti  161 peserta terdiri dari widyaiswara, PTP, guru, kepala sekolah dan pengawas. Sejumlah hasil penelitian atau jurnal, kita bahas bersama di sini dan kita kupas untuk disempurnakan yang akan digunakan untuk tigkat nasional dan bisa dibuat jurnal online, jelasnya. Disamping seminar pokok tersebut, juga disajikan diseminasi berbagai makalah dari hasil penelitian dan pengembangan inovatif lainnya di bidang pembelajaran seni dan budaya. (Janu)

Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita

Surel Cetak PDF

Satu peribahasa mengatakan bahwa lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan yang lebih kurang dimaksudkan bahwa dalam suatu situasi yang buruk, jauh lebih baik untuk melakukan suatu hal yang baik meskipun itu kecil daripada mengeluhkan situasi itu. Sejalan dengan ide tersebut, tema yang diusung dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016 yaitu Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita, secara tersirat menyatakan ajakan kepada masyarakat luas untuk mengambil peran untuk memajukan pendidikan sekecil apapun bentuk partisipasi tersebut. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, dalam sambutannya untuk peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016. Mendikbud menghimbau agar semua pihak terlibat dalam perluasan dampak pendidikan. Bagi mereka yang telah mendapat kesempatan dan memperoleh manfaat dari pendidikan supaya menyebarluaskan dampak dan turut berkontribusi untuk bagian masyarakat lainnya yang belum merasakan kesempatan dalam akses pendidikan. Mendikbud juga menyampaikan visi bahwa pendidikan merupakan pelita penerang bagi setiap anak Indonesia supaya semakin jelas dalam melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depan.

1005889 3237454591981_1979400628_n Foto Dokumentasi: Uni Khoirotun (ist.)

Lebih lanjut, Mendikbud menekankan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan dunia pendidikan. Pertama, memastikan relevansi pendidikan masa kini dengan kebutuhan untuk menjawab tantangan pada masa depan. Oleh karena itu, diperlukan tiga komponen utama untuk mencapai keterampilan yang utuh, meliputi; kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi. Kedua, memberikan perhatian terhadap peserta didik (anak-anak) sebagai pembelajar yang seyogianya terus mengembangkan dan mempertahankan rasa ingin tahu dan keberanian untuk mencoba. Kedua hal yang pada awalnya menjadi bagian dasar dari kegiatan bermain dan bertualang bagi anak-anak. Namun demikian, ketika mereka beranjak dewasa dan memasuki sekolah, adaptasi struktur dan berbagai aturan yang diharapkan mampu mengarahkan proses pembelajaran, bukan tidak mungkin justru berpotensi meredupkan semangat belajarnya. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bahwa hasrat keingintahuan serta semangat berkarya dalam diri anak-anak tidak padam. Juga perlu diperhatikan, bahwa kepercayaan orang dewasa terhadap tumbuh kembang anak yakni dalam bentuk memberi ruang gerak yang cukup sehingga anak pun turut berkontribusi, memajukan diri, memajukan masyarakat dan kebudayaan bangsanya.


Serah Terima Jabatan di P4TKSB Yogyakarta

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 3
JelekBagus 

sertijab

Sumber: Dokumentasi internal

Menindaklanjuti pelantikan eselon III dan IV yang diadakan pada tanggal 8 Januari 2016 di Plaza Insan Berprestasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jakarta, P4TKSB Yogyakarta mengadakan acara serah terima jabatan (sertijab) pada hari Jumat, 15 Januari 2016 yang bertempat di ruang Sarawati (gedung auditorium) P4TKSB. Mengutip arahan Kepala Pusat P4TKSB Salamun, S. E., M. B. A., Ph. D bahwa setelah para pejabat struktural yang berkiprah di Unit Pelayanan Teknis Kemdikbud ini dilantik untuk segera melaksanakan tugas, pokok, dan fungsi di masing-masing unit.

Adapun jajaran sepuluh formasi pejabat strukural yang dilantik pada acara tersebut adalah:

1. Bondan Suparno, S.T., M. Ed. IT sebagai Kepala Bagian Umum;

2. Dra. Emi Sudewi, M.Pd. sebagai Kepala Bidang Program dan Informasi;

3. Drs. Rahayu Windarto, M.M. sebagai Kepala Bidang Fasilitasi Peningkatan Kompetensi;

4. Agung Nugroho Endro Prasetyo, S.E., M.M. sebagai Kepala Subbag Tata Usaha dan Rumah Tangga;

5. Rusmono Yulianto, S.E., S. S.T., M.M., M.T. sebagai Kepala Subbag Perencanaan dan Penganggaran;

6. Cahya Yuana, S. Sos., M.Pd. Kepala Subbag Tata Laksana dan Kepegawaian;

7. Masrukhan Budiyanto, S.H. sebagai Kepala Seksi Data dan Informasi;

8. Drs. Noor Widijantoro, M.Pd. sebagai Kepala Seksi Penyelenggaraan;

9. Sigit Purnomo, M.Pd. sebagai Kepala Seksi Program;

10. Farika Chandrasari, S. P., M.M. sebagai Kepala Seksi Evaluasi

Pelantikan Eselon III dan IV di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 2
JelekBagus 

Sebanyak 544 pegawai di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) secara serentak dilantik sebagai pejabat eselon III dan IV pada 8 Januari 2015 di Plaza Insan Berprestasi Kemdikbud. Para pejabat yang dilantik tersebut menempati jabatannya di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemdikbud di seluruh Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan, Ph. D., pada acara tersebut salah satunya menyampaikan kepada para pejabat yang baru dilantik untuk meningkatkan kompetensi, menjaga integritas serta menjaga keharmonisan dalam bekerja. Dengan demikian diharapkan akan terbangun ekosistem kerja dengan iklim yang berpendidikan dan berbudaya di lingkungan masing-masing.

Pelantikan eselon

Acara pelantikan di Plaza Insan Berprestasi

Sumber: Inspektorat Jenderal Kemdikbud

Selengkapnya...

Penarikan Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan UNY 2015 di P4TKSB

Surel Cetak PDF

Praktik  Pengalaman Lapangan(PPL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun 2015 di PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta telah memasuki tahap akhir pelaksanaan. Sebanyak empatbelas mahasiswa praktikan yang merupakan mahasiswa dari jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan telah genap melaksanakann PPL sejak tanggal 10 Agustus -12 September 2015. Sebagai penanda diakhirinya pelaksanaan kegiatan PPL, secara resmi pada tanggal 14 September 2015 telah dilaksanakan acara penarikan PPL di Ruang Bima PPPPTK Seni dan Budaya. Kegiatan yang dimulai pada pukul 13.00 WIB ini dihadiri oleh mahasiswa PPL, Dosen Pembimbing Lapangan  UNY sebagai perwakilan dari universitas dan beberapa karyawan dari PPPPTK Seni dan Budaya yang diwakili oleh Bapak dan Ibu dari Seksi Data dan Informasi.

Dalam kegiatan penarikan ini Bapak Agus Isnantara selaku perwakilan dari lembaga membuka agenda kegiatan penarikan PPL ini dengan evaluasi pelaksanaan PPL, kemudian dilanjutkan dengan prakata dari Bapak Estu Miyarso selaku Dosen Pembimbing Lapangan  PPL  yang juga menyampaikan beberapa evaluasi dan juga harapan-harapan kegiatan PPL untuk kedepannya. Dalam kegiatan ini mahasiswa PPL juga mendapat kesempatan untuk menyampaikan kesan pesan terkait pelaksanaan kegiatan PPL. Mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih dan juga permohonan maaf atas segala kekurangan selama pelaksanaan PPL. Selain itu mahasiswa PPL juga menyampaikan secara lisan laporan beberapa program kerja yang telah dilaksanakan.

 Pelaksanaan program PPL Tahun 2015 berbeda dengan pelaksanaan PPL tahun sebelumnya, dimana dalam pelaksanaan PPL tahun ini mahasiswa hanya berkewajiban melaksanakan PPL selama kurang lebih 1 bulan. Pihak lembaga maupun  mahasiswa menyampaikan bahwa lama pelaksanaan PPL dirasa kurang efisien untuk mendapatkan pengalaman kerja maupun untuk menyelesaikan beberapa program kerja yang telah disusun. Dalam sesi terakhir mahasiswa, Dosen Pembimbing Lapangan dan karyawan bagian Data dan Informasi melakukan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan kebersamaan selama satu bulan lebih.  (Reni, Mukti & Vani)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

Chat dengan P4TKSB

Klik tombol Login with Facebook untuk chat dengan P4TKSB.
Login With Facebook