P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

Berita:
You are here: Berita P4TKSB Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita

Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 0
JelekBagus 

Satu peribahasa mengatakan bahwa lebih baik menyalakan lilin daripada mengutuk kegelapan yang lebih kurang dimaksudkan bahwa dalam suatu situasi yang buruk, jauh lebih baik untuk melakukan suatu hal yang baik meskipun itu kecil daripada mengeluhkan situasi itu. Sejalan dengan ide tersebut, tema yang diusung dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016 yaitu Nyalakan Pelita, Terangkan Cita-cita, secara tersirat menyatakan ajakan kepada masyarakat luas untuk mengambil peran untuk memajukan pendidikan sekecil apapun bentuk partisipasi tersebut. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, dalam sambutannya untuk peringatan Hari Pendidikan Nasional 2016. Mendikbud menghimbau agar semua pihak terlibat dalam perluasan dampak pendidikan. Bagi mereka yang telah mendapat kesempatan dan memperoleh manfaat dari pendidikan supaya menyebarluaskan dampak dan turut berkontribusi untuk bagian masyarakat lainnya yang belum merasakan kesempatan dalam akses pendidikan. Mendikbud juga menyampaikan visi bahwa pendidikan merupakan pelita penerang bagi setiap anak Indonesia supaya semakin jelas dalam melihat peluang, mendorong kemajuan, menumbuhkan karakter, dan memberikan kejernihan dalam menata dan menyiapkan masa depan.

1005889 3237454591981_1979400628_n Foto Dokumentasi: Uni Khoirotun (ist.)

Lebih lanjut, Mendikbud menekankan beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam perkembangan dunia pendidikan. Pertama, memastikan relevansi pendidikan masa kini dengan kebutuhan untuk menjawab tantangan pada masa depan. Oleh karena itu, diperlukan tiga komponen utama untuk mencapai keterampilan yang utuh, meliputi; kualitas karakter, kemampuan literasi, dan kompetensi. Kedua, memberikan perhatian terhadap peserta didik (anak-anak) sebagai pembelajar yang seyogianya terus mengembangkan dan mempertahankan rasa ingin tahu dan keberanian untuk mencoba. Kedua hal yang pada awalnya menjadi bagian dasar dari kegiatan bermain dan bertualang bagi anak-anak. Namun demikian, ketika mereka beranjak dewasa dan memasuki sekolah, adaptasi struktur dan berbagai aturan yang diharapkan mampu mengarahkan proses pembelajaran, bukan tidak mungkin justru berpotensi meredupkan semangat belajarnya. Oleh sebab itu, penting untuk memastikan bahwa hasrat keingintahuan serta semangat berkarya dalam diri anak-anak tidak padam. Juga perlu diperhatikan, bahwa kepercayaan orang dewasa terhadap tumbuh kembang anak yakni dalam bentuk memberi ruang gerak yang cukup sehingga anak pun turut berkontribusi, memajukan diri, memajukan masyarakat dan kebudayaan bangsanya.


Chat dengan P4TKSB

Klik tombol Login with Facebook untuk chat dengan P4TKSB.
Login With Facebook