P4TKSB - P4TK SENI DAN BUDAYA YOGYAKARTA-

Majulah Seni Budaya Indonesia

Berita:
You are here: Berita Artikel Seni dan Budaya Seni Mengenal Tari Cha-Cha-Cha

Mengenal Tari Cha-Cha-Cha

Surel Cetak PDF
Penilaian Pengguna: / 18
JelekBagus 

Oleh: Lilin Candrawati Sukmaningsih

tari cha cha

Latin American Section, adalah tarian-tarian yang berirama gembira. Ruang, arah dan gerakan agak lebih bebas dibanding dengan Modern Section. Akan tetapi bukan berarti tidak ada aturan, melainkan tetap menggunakan aturan-aturan yang mengikat. Dalam Latin American Section gerakan pinggul yang menyebabkan keindahan tarian tersebut. Suatu ruangan penting artinya guna mengetahui metode yang benar untuk bergerak diseputar lantai dansa tersebut, sehingga diperlukan ruangan yang memenuhi syarat dalam arti tidak terlalu sempit.

Tarian Cha-Cha-Cha pada gerakan yang lama tidak ada gerakan double step hanya hitungan 1, 2, 3, 4 saja. Dalam perkembangannya pada hitungan ketiga adalah dua gerakan kaki (satu hitungan dua gerakan kaki).

Graphic musical analysis pada digambar di bawah ini adalah double step, yang merupakan gerakan dengan hitungan cha-cha-cha. Biasanya kalau menghitung atau memberi aba-aba dalam latihan, adalah 1, 2, 3 dan 4, atau 1, 2, cha-cha-cha, sehingga satu ketukan terdapat dua gerakan, dan gerakan ini yang menimbulkan keindahan gerak. Sehingga dibutuhkan musical rhytm yang baik dari agar dapat menari Cha-Cha-Cha dengan baik.

Graphyc Musical Analysis Cha-Cha-Cha

Cha-Cha-Cha dengan tanda birama 4/4

tanda birama

Pada Graphyc Musical Analysis di atas tampak satu bulatan dibagi dua yang menggambarkan dalam satu hitungan terdapat dua gerakan kaki yang dilakukan secara bergantian, sebagai contoh: hitungan 1, 2, 3 dan 4 pertama ke depan, serta hitungan 1, 2, 3 dan 4 kedua ke belakang (putri sebaliknya).

Cha-Cha-Cha ditarikan secara berpasangan putra dan putri dengan iringan musik gembira. Dalam perkembangannya tarian Cha-Cha-Cha lebih cepat dibandingkan dengan Modern Section yang relatif lebih stabil dalam perkembangannya. Tarian Cha-Cha-Cha ini sering dikembangkan untuk tarian lepas dengan variasi tidak mengikuti aturan Ballroom, seperti misalnya untuk Cheer Leader, Dance Group, dan lain-lain yang tariannya tidak mesti harus berpasangan, melainkan dapat dilakukan dengan banyak orang.

Dalam gerak tari Cha-Cha-Cha melangkahkan kaki setelah bunyi Bas (Second Beat) dengan hitungan 3 dan 4, bersamaan dengan ketukan ketipung/bongo atau ketukan Cha-Cha-Cha. Meskipun demikian masuk dalam first beat juga tidak kelihatan, tetapi akan nampak dalam gerakan tari Cha-Cha-Cha tidak seirama dengan ketukan ketipung atau bongo yang menunjukkan ciri khas irama Cha-Cha-Cha saat dihubungkan dengan irama musik.

Gerakan dan Variasi Tarian Cha-Cha-Cha

Tarian Cha-cha-cha juga terdiri dari berbagai variasi gerakan. Gerakan dan variasi tersebut antara lain adalah :

  1. Basic movement
  2. Ladys turn to right under the arms
  3. Hand to hand
  4. Spot turn to left
  5. New York
  6. Spot turn to right
  7. Time step

Agar dapat mepelajari seluruh variasi gerakan Cha-Cha-Cha dengan cepat, sebaiknya gerakan dasar.sudah dikuasai dengan baik. Rangkaian variasi atau biasa disebut dengan Amalgamation, seperti dibawah ini :

  1. Rangkaian Variasi I :

Basic movement

Ladys turn to right under the arms

Hand to hand

Spot turn to left

Basic movement

 

  1. Rangkaian Variasi II

Basic movement

Ladys turn to right under the arms

New York

Spot turn to right

Time step

Sport turn to left

  1. Rangkaian Variasi III

Basic movement

Ladys turn to right under the arms

Hand to hand

Spot turn to left

New York

Spot turn to right

Time step

Spot turn to left

Basic movement

Hal penting yang harus diperhatikan dalam tari Cha-Cha-Cha :

-     Setiap langkah dalam tarian Cha-Cha-Cha harus dimulai dengan telapak kaki (Ball Flat) dahulu, jangan sekali-kali menggunakan tumit.

-       Irama Cha-Cha-Cha agak cepat sehingga langkahnya harus pendek-pendek (Small Step), jika langkahnya terlalu panjang dimungkinkan tidak akan dapat mengikuti ketukan irama.

-         Pada waktu melakukan Basic Movement, yaitu kaki kanan mundur ke belakang, berat badan sepenuhnya pada kaki kanan dengan menurunkan tumit kaki kanan ke lantai.

-         Apabila akan melakukan variasi Spot Turn to Right atau Spot Turn to Left, sebelum berputar, mata harus tetap melihat ke depan/ke pasangan sehingga     keseimbangan badan akan terjaga pada waktu melakukan Chasse.

-         Pada waktu melakukan variasi Time Step, posisi badan agak jauh dari pasangan tanpa berpegangan tangan, kedua tangan sebaiknya direntangkan sebatas pinggang.

 

tari cha cha2

 

Kesimpulan

Ballroom adalah jenis tari pergaulan yang berasal dari masyarakat Eropa dan Amerika latin yang mempunyai muatan estetis, Ballroom mempunyai kesatuan. Kesatuan atau keutuhan yang dapat menggambarkan kesempurnaan bentuk yang terdiri dari perpaduan antara dua insan manusia yang berpasangan dengan irama dalam sebuah gerakan yang dinamis. Bentuk penyatuan gerakan yang seirama menciptakan ruang tertentu, dengan dimensi yang beraturan.

Ballroom mempunyai variasi berupa materi yang sudah baku. Dalam proses perwujudan Ballroom mempunyai suatu struktur yang menata gerakan-gerakan, menyusun, dan merangkai materi tarian sehingga diperlukan nilai-nilai yang dinamis. Seringkali diperlukan variasi dari semua aspek yang ada yaitu gerak, ruang, dan waktu. Dalam Ballroom diperlukan juga pengulangan sebagai elemen konstruksi.

Penyusunan gerak merupakan hal tehnis yang tidak dapat dilupakan dalam perpindahan atau transisi sebuah gerakan. Seorang penari Ballroom sebaiknya paham terhadaap pergantian atau transisi, karena sambungan atau perpindahan dari gerak yang satu ke gerak yang lain akan lancar, dan baik apabila seluruh rangkaian gerak atau satu bentuk tarian menjadi satu kesatuan atau keutuhan. Dari gerak yang satu ke gerak yang lain dipertimbangkan perpindahannya sehingga kesatuan gerak itu enak dilihat. Proses perpindahan mempunyai peranan pengikat bersama yang sangat penting, logis, dan jelas, sehingga mampu menampilkan kelancaran. Rangkaian Ballroom merupakan sebuah bentuk ungkapan ekspresi yang dituangkan ke dalam gerak yang terpola. Rangkaian tari Ballroom tidak terbatas pada pengertian tehnis saja, tetapi lebih dari pada itu yaitu keseluruhan isi tari Ballroom itu sendiri. Proses penyusunan atau perangkaian gerak sangatlah mendasar dalam mencapai kontinyuitas.

Klimaks dapat terbentuk dari susunan atau urut-urutan rangkaian kejadian. Dalam struktur tari ada permulaan, berjalan atau berkembang, dan penyelesaian. Klimaks dinikmati sebagai titik puncak dari perkembangan, serta memberi arti dari kehadiran permulaan, perkembangan, dan akhir atau penyelesaian. Akan tetapi banyak klimaks yang bisa jadi tidak harus berupa klimaks sesungguhnya. Dalam Ballroom klimaks terbentuk melalui variasi-variasi geraknya.

Harmoni atau keseimbangan merupakan hal yang mutlak dari bentuk estetik yang sesuai dengan gerakan-gerakan atau kekuatan-kekuatan yang saling mempengaruhi. Sudah barang tentu penari Ballroom mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri di dalam pola yang telah ditetapkan, tanpa merusaknya. Lebih-lebih penari mampu menyemarakkan dan memberi arti kepada pola lama secara keseluruhan. Komposisi yang dilakukan penari Ballroom atas dasar pertimbangan yang sama begitu juga pemilihan gerakan dilakukan berdasarkan pertimbangan struktural, kedinamisan, dan yang bersesuaian satu sama lain.


Daftar Pustaka

Banoe, Pono, Kamus Musik, Yogyakarta: Kanisius, 2003.

Beek, Wim van, En Nu Dansen!, Nederland: Maraboe Flash, 1963.

Bottomer, Paul, Lets Dance, London: Lorenz Books, 2001.

Cheney, Gay, Konsep-konsep Dasar Dalam Modern Dance: Pendekatan Kreatif, Dialih bahasakan ke Bahasa Indonesia Oleh Y. Sumandiyo Hadi, Yogyakarta: Manthili, 1999.

Cipto dan Hermien Rachmat, Ballroom & Latin Dancing, International Standard (Dalam Bahasa Indonesia), Bandung: P.O. BOX 5. 1983.

Minton, Sandra Cerny, Choreography, A Basic Approach Using Improvisation, New Zealand: Human Kinetics, 1997.

Moore, Alex, Ballroom Dancing, London: Pitman, 1951.

Verkuyl, Tari dan Dansa, terjemahan G.M.A. Nainggolan, Jakarta: Badan Penerbit Kristen, 1958.

 

Biodata Penulis

lilinDra. Lilin Candrawati S., M.Sn, saat ini merupakan Widyaiswara di PPPPTK Seni dan Budaya Yogyakarta. Tahun 1990 meraih gelar sarjana seni di Institut Seni Indonesia Yogyakarta Jurusan Komposisi Tari. Meraih gelar Magister Seni (MSn) Jurusan Pengkajian Seni Tari di Pasca Sarjana Institut Seni Indonesia Yogyakarta tahun 2006.

Chat dengan P4TKSB

Klik tombol Login with Facebook untuk chat dengan P4TKSB.
Login With Facebook